Dorong Ekonomi Petani Lokal, Disperindag Parigi Moutong dan PT BMG Sosialisasi Pengembangan Kelapa Terpadu

Keterangan Foto: Sosialisasi Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Aula Kantor Desa Avolua, Selasa, 27 Oktober 2026. (Galang Anarki)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar Sosialisasi Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Aula Kantor Desa Avolua, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kegiatan ini, merupakan tindak lanjut kerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong dengan PT Berkah Maju Global (BMG) untuk mendorong revitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Berkah Maju Global serta masyarakat yang telah menyambut kami di sini,” kata Kepala Disperindag Parigi Moutong, Sunarti, dalam sambutannya.

Ia mengatakan, SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua telah vakum dan tidak beroperasi sejak 2021.

Karena itu, upaya mengaktifkan kembali sentra tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kelapa daerah, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku industri kecil dan menengah (IKM).

“SIKIM ini kembali hidup, berfungsi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama petani kelapa dan para pelaku IKM di Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.

Menurutnya, Parigi Moutong memiliki potensi kelapa yang besar. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar komoditas kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Melalui pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu, pemerintah daerah berharap pengolahan kelapa dapat berkembang, mutu produk meningkat, peluang pasar semakin terbuka, serta pendapatan masyarakat ikut terdorong.

Ia menegaskan, revitalisasi sentra tersebut tidak cukup hanya dengan mengaktifkan kembali fasilitas yang tersedia.

Diperlukan pengelolaan yang jelas, ketersediaan bahan baku, kesiapan tenaga kerja, produk yang memenuhi standar mutu, serta kepastian pasar untuk menyerap hasil produksi.

Untuk itu, Sunarti berharap kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan, petani, pelaku IKM, dan pengelola sentra dapat terbangun secara berkelanjutan.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, berbagi peluang kerja sama, memahami kebutuhan pasar, dan membangun hubungan yang berkelanjutan antara petani, IKM, pengelola sentra, dan pembeli,” tuturnya.

Ia juga mengajak petani dan pelaku IKM kelapa meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi produksi, serta membangun kerja sama dengan mitra usaha.

Dukungan pemerintah kecamatan dan desa juga dinilai penting agar kebangkitan SIKIM memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Direktur PT Berkah Maju Global, Kartino Pitojo, mengatakan pihaknya hadir untuk merevitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua agar dapat kembali beroperasi.

Menurutnya, pengembangan SIKIM tersebut sebelumnya telah berjalan cukup baik, didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“Kami sempat meninjau SIKIM Kelapa Terpadu saat masih beroperasi sekitar 2022.
Pengelolaan saat itu sudah cukup bagus,” kata Kartino.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan PT Berkah Maju Global adalah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan sentra tersebut.

Namun, upaya revitalisasi itu membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat agar pengelolaan SIKIM ke depan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Kartino juga menegaskan, pihaknya berencana melibatkan petani dan tenaga kerja lokal dalam pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu.

“Ini baru langkah awal. Kami akan melibatkan petani dan tenaga lokal di sini. Kami minta semua pihak bersama-sama menjaga fasilitas SIKIM Kelapa Terpadu nantinya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *