Membangun dari Desa, Pemda Parigi Moutong Bidik Dukungan Pusat untuk BUMDes dan Desa Wisata

Keterangan Foto: Bupati Erwin Burase, audiensi bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal (Dirjen PEID) pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). (Muh Aldy)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan desa wisata.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada desa, sejalan dengan visi dan misi Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid untuk membangun dari desa.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Upaya tersebut disampaikan langsung Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, lewat audiensi bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal (Dirjen PEID) pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang diterima langsung oleh Direktur Dr. H. Tabrani, M.Pd.

Dalam pertemuan itu, Bupati Erwin Burase didampingi pejabat OPD terkait untuk menyampaikan sejumlah usulan pengembangan ekonomi desa, mulai dari bantuan usaha bagi BUMDes, pengembangan desa wisata, hingga peningkatan investasi pada produk unggulan pertanian dan perkebunan.

“Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah mengusulkan sekitar 23 BUMDes yang dinilai memiliki potensi untuk mendapatkan bantuan pengembangan usaha. Data BUMDes tersebut telah diunggah melalui tautan pendataan yang disediakan oleh Kementerian Desa,” ujar Bupati Erwin Burase.

Terkait itu Kepala Dinas PMD Parigi Moutong, Ervian Aksa Yosa menambahkan, usulan itu diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui proses penilaian kelayakan oleh kementerian, sehingga BUMDes yang memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh dukungan untuk mengembangkan usahanya.

Selain BUMDes, kata Ervian, Pemda Parigi Moutong juga mengusulkan dukungan pengembangan desa wisata. Bantuan yang diharapkan dapat berupa modal usaha maupun sarana dan prasarana penunjang, guna meningkatkan kapasitas pengelolaan dan daya tarik desa wisata.

Tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan ekonomi desa, pemerintah daerah turut mendorong pengembangan potensi unggulan pertanian dan perkebunan.

“Seperti kelapa dalam dan kakao, agar produk ini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Ervian, melalui sambungan telepon, Selasa 27 Oktober 2026.

Pengembangan potensi tersebut kata dia, membutuhkan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, sekaligus upaya membangun kemitraan dengan pembeli yang mampu menyerap hasil produksi desa.

Dalam hal ini, BUMDes, kelembagaan ekonomi lainnya, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang telah beroperasi diharapkan dapat menjadi saluran pemasaran produk unggulan desa.

Melalui dukungan pemerintah pusat dan penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa, potensi lokal diharapkan tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat arah pembangunan Kabupaten Parigi Moutong yang menempatkan desa sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objek.

Dengan meningkatnya kapasitas BUMDes, berkembangnya desa wisata, serta terbukanya akses pemasaran produk unggulan, desa diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapanya usulan yang telah disampaikan kepada Kementerian Desa dapat memperoleh dukungan, sehingga pengembangan ekonomi desa dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ervian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *