Studi Tiru ke Badung Bali, Dekranasda Parigi Moutong Belajar Strategi Pemasaran Produk Kerajinan

Keterangan Foto: Pengurus Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Studi tiru ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali (Galang)

Bali, Zenta Inovasi- Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, studi tiru ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali, untuk mempelajari strategi pemasaran produk kerajinan.

Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Dekranasda Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, didampingi Kepala Bappelitbangda Irwan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sunarti.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Selain belajar strategi pemasaran, Dekranasda Parigi Moutong juga mempelajari cara melakukan promosi produk kerajinan yang efektif serta metode pembinaan pengembangan pengrajin.

Rombongan Dekranasda diterima Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Badung sekaligus Anggota Bidang Manajemen Usaha Dekranasda Badung, I Made Rai Suarimbawa.

Dalam pertemuan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala tersebut, Hestiwati berdiskusi mengenai manajemen pembinaan pengrajin, pengembangan usaha, serta strategi pemasaran dan promosi produk kerajinan.

“Dari hasil diskusi tadi, ada beberapa poin penting yang menarik dan dapat menjadi pembelajaran bagi Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Hestiwati seusai kegiatan, Jum’at, 23 Oktober 2026.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah kolaborasi Dekranasda Badung dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak swasta dalam memasarkan produk unggulan daerah.

Produk kerajinan yang telah melalui proses kurasi dititipkan di toko oleh-oleh. Proses kurasi tersebut turut memperhatikan kualitas produk, perizinan, kemasan, sertifikat halal, hingga masa kedaluwarsa.

“Kolaborasi ini yang menurut saya sangat menarik,” katanya.

Selain pemasaran melalui toko oleh-oleh, Hestiwati menyoroti pemanfaatan fasilitas umum untuk mempromosikan produk kerajinan daerah. Menurutnya, aktivitas masyarakat yang berolahraga setiap Jumat dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

“Saya pikir ini informasi positif yang bisa kita bawa pulang ke Kabupaten Parigi Moutong” ujarnya.

Ia menilai, pola tersebut dapat diterapkan di Parigi Moutong dengan memanfaatkan Alun-alun Kantor Bupati yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga masyarakat. Pemasaran dan promosi produk kerajinan dan UMKM, dapat dilakukan secara rutin setiap pekan.

Hestiwati juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media massa dan media sosial, untuk memperluas jangkauan promosi produk unggulan daerah.

“Wajib membangun kolaborasi yang efektif dengan media massa dan media sosial, karena jadi lebih mudah dan cepat dikenal,” ungkapnya.

Meski mengakui kondisi infrastruktur dan pendapatan asli daerah (PAD) Parigi Moutong berbeda jauh dengan Kabupaten Badung, Hestiwati mengatakan kunjungan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi kerajinan daerah.

Menurutnya, Parigi Moutong memiliki potensi kerajinan yang besar, tetapi masih membutuhkan pendataan dan pembinaan agar para pengrajin dapat mengembangkan produk mereka.

Karena itu, pendataan pengrajin akan dilakukan sebagai dasar untuk menentukan bentuk dukungan pemerintah, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga bantuan peralatan.

“Setelah kita data, mungkin bagaimana bentuk perhatian pemerintah, misalnya diberikan pelatihan. Kemudian pendampingan serta dukungan peralatan,” tuturnya.

Usai berdiskusi, rombongan meninjau Galeri IKM Kreatif yang dikelola Dekranasda Kabupaten Badung. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga bertukar pengalaman mengenai pemasaran dan promosi kerajinan khas daerah.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengatakan hasil studi tiru tersebut menjadi bahan untuk memperkuat peran Dekranasda di daerah, termasuk melalui dukungan anggaran.

Menurutnya, Dekranasda memiliki peran strategis dalam memasarkan dan mempromosikan produk unggulan daerah yang dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

“Jika ini diprioritaskan saya yakin bisa memberikan dampak terhadap ekonomi daerah,” kata Irwan usai kunjungan gerai.

Ia juga mendorong pembangunan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) khas daerah sebagai tempat untuk memusatkan pemasaran dan promosi produk unggulan Parigi Moutong.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *