Rapat Evaluasi Penanganan Bencana: BPBD Parigi Moutong Minta Status Siaga Darurat Diperpanjang

Keterangan Foto: Rapat evaluasi penanganan bencana di Gedung Pusdalops BPBD Parigi Moutong, Jumat 23 Oktober 2026. (BPBD Parigi Moutong)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong merekomendasikan perpanjangan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, dalam rapat evaluasi penanganan bencana yang digelar secara luring dan daring di Gedung Pusdalops BPBD Parigi Moutong, Jumat 23 Oktober 2026.

Rapat evaluasi dihadiri oleh BPBD, unsur TNI-Polri, BMKG, BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah, BASARNAS, Dinkes, Dinsos, Dinas Ketahanan Pangan, SatPolPP dan Damkar, PMI, FPRB, para perwakilan kecamatan, serta unsur pemerintah desa dan instansi terkait lainnya.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa status siaga darurat telah berlangsung selama dua bulan sejak 26 Agustus 2026. Dampak karhutla masih menjadi perhatian serius, terutama akibat kabut asap yang semakin pekat dalam tiga hari terakhir.

BPBD dalam keterangan resminya mengatakan, berdasarkan paparan BMKG, sebaran asap di Sulawesi Tengah didominasi oleh kiriman dari wilayah Papua, sementara kondisi El Niño diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2027.

“Potensi hujan ekstrem pada awal musim hujan juga perlu diantisipasi,” ujar BPBD Parigi Moutong dalam keterangan resminya.

Pada penanganan kekeringan, pelayanan distribusi air bersih telah menjangkau 13 titik dengan dukungan tiga unit mobil tangki, terdiri atas dua unit BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah dan satu unit PMI, serta dua unit tambahan dari Yonif TP 918/MM.

Kebutuhan sumur bor juga telah diusulkan melalui sejumlah instansi terkait, termasuk 10 titik usulan BPBD kepada BNPB.

Rapat turut membahas peningkatan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap. Berdasarkan hasil pengamatan citra satelit serta analisis dan prediksi BMKG Stasiun GAW Lore Lindu Bariri Palu dan Stasiun Meteorologi Mutiara Palu, kabut asap masih menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Untuk meminimalkan risiko paparan asap, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar,” jelas pihak BPBD.

Selain itu, direkomendasikan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu minggu ke depan, khususnya bagi satuan pendidikan tingkat PAUD, TK, SD, dan menengah, guna melindungi peserta didik dari dampak paparan asap karhutla.

Peserta rapat menekankan pentingnya sosialisasi larangan pembakaran lahan, penegakan sanksi terhadap pelanggaran, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla dan kekeringan.

Kebutuhan tambahan personel dan armada tangki air juga menjadi perhatian untuk mendukung pelayanan masyarakat terdampak.

Sebagai tindak lanjut, rapat merekomendasikan kepada Bupati Parigi Moutong perpanjangan status siaga darurat karhutla dan kekeringan selama satu bulan ke depan, pelaksanaan PJJ selama satu minggu kedepanya, koordinasi penyaluran bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial, serta pengadaan alat pengukur kualitas udara.

Imbauan penggunaan masker dan larangan pembakaran lahan juga akan terus diintensifkan sebagai upaya melindungi masyarakat dan mengurangi risiko bencana.

Sumber: BPBD Kabupaten Parigi Moutong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *