Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah H. Erwin Burase, meninjau pelaksanaan program revitalisasi sekolah di SDN Inpres 2 Tomini, Kecamatan Tomini, dan SD Inpres 2 Palasa, Kecamatan Palasa, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Erwin didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Sunarti, Kepala Bidang Manajemen SD Ibrahim, serta Kepala Bidang Manajemen SMP Sarwana.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, memenuhi standar kualitas, serta selesai tepat waktu.
Bupati Erwin mengatakan, revitalisasi dan digitalisasi sekolah merupakan dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yang pelaksanaannya perlu terus dikawal agar memberikan manfaat bagi satuan pendidikan.
“Kita ingin memastikan pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar, sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada. Terutama, jangan sampai tidak selesai pada waktu yang ditentukan,” ujarnya ditemui usai peninjauan.
Menurutnya, pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah sekolah sebagai sampel evaluasi untuk melihat perkembangan pekerjaan, sekaligus memastikan pelaksanaannya sesuai target.
Ia menyebutkan, jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi bertambah dua dari usulan awal, sehingga totalnya mencapai 97 sekolah.
Meski demikian, kebutuhan revitalisasi masih cukup besar, terutama di wilayah terpencil. Karena itu, pemerintah daerah mulai melakukan pendataan untuk kembali mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat pada tahun berikutnya.
Ia mencontohkan kondisi sekolah di wilayah Kecamatan Tomini. Dari delapan sekolah yang membutuhkan revitalisasi di sembilan desa kategori terpencil, baru satu sekolah yang telah mendapatkan bantuan.
“Yang tujuh ini akan kita tinjau dalam waktu dekat untuk memastikan kondisinya sekaligus mempersiapkan bahan usulan yang akan kita sampaikan langsung kepada Bapak Menteri. Insyaallah, yang paling difokuskan adalah daerah terpencil,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan pelaksanaan revitalisasi sekolah saat ini terbagi dalam dua tahap. Sekolah yang ditinjau tersebut, masuk dalam tahap pertama.
Berdasarkan pemantauan dinas, progres pekerjaan di setiap sekolah bervariasi. Sejumlah sekolah telah mencapai lebih dari 50 persen, sedangkan lainnya masih dalam proses menuju capaian tersebut.
Sunarti mengatakan, Disdikbud Parigi Moutong terus memantau dan mengawal pekerjaan agar berjalan lancar, tidak mengalami hambatan signifikan, serta tetap memperhatikan kualitas bangunan.
Ia memperkirakan pekerjaan tahap pertama dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang ditetapkan pada 31 Desember 2026, sehingga bangunan dapat segera diserahterimakan kepada pemerintah daerah.
Di sisi lain, Sunarti memastikan pelaksanaan revitalisasi tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar. Siswa dari sekolah yang sedang direhabilitasi tetap mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan gedung sekolah atau madrasah lain.
“Jadi, tidak ada libur sekolah bagi siswa yang sekolahnya mendapat revitalisasi. Rata-rata pembelajaran dialihkan ke gedung Alkhairaat, MTs, atau Madrasah Ibtidaiyah,” jelasnya.
Menurut Sunarti, pemanfaatan gedung madrasah dilakukan melalui koordinasi dengan pihak pengelola.
Karena kegiatan belajar di sekolah tersebut umumnya berlangsung pada siang hingga sore hari, fasilitas tersebut dapat digunakan siswa sekolah formal pada pagi hari.
Ia menambahkan, jenis pekerjaan revitalisasi berbeda-beda di setiap sekolah. Bantuan dapat berupa rehabilitasi ruang kelas, ruang guru atau kantor, jamban, hingga perpustakaan.
Penentuan jenis pekerjaan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), terutama dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan bangunan dan ruangan di masing-masing satuan pendidikan.
“Sekolah yang mengalami kerusakan lebih parah menjadi prioritas penanganan. Sementara itu, kebutuhan lainnya dapat diusulkan untuk program berikutnya,” pungkas Sunarti.






Alamat Redaksi :