Parigi Moutong, Zenta Inovasi — BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur terkait menggelar rapat evaluasi penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, secara langsung dan daring, Rabu 23 September 2026.
Rapat membahas perkembangan penanganan, kondisi wilayah terdampak, kebutuhan air bersih, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan melalui Posko Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla.
Hingga 22 September 2026, distribusi air bersih mencapai ±96.000 liter ke sejumlah desa terdampak.
Berdasarkan data dari bulan Januari sampai September 2026, Kekeringan berdampak pada ± 4.691,8 hektare lahan pertanian dan perkebunan.
Sementara itu, untuk kejadian Karhutla luas lahan terdampak tercatat mencapai ± 234,96 hektare, dengan wilayah terdampak tersebar di 51 desa di beberapa kecamatan.
Dalam rapat tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Sis Al Jufri Palu menyampaikan bahwa kondisi cuaca global dan regional masih kurang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Tengah.
Indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dan Fire Weather Index (FWI) juga menunjukkan kondisi bahan bakar permukaan, seperti rumput, daun, dan ranting kering, masih perlu diwaspadai karena berpotensi mudah terbakar. Kondisi kewaspadaan tersebut mencakup seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Hasil evaluasi menunjukkan kondisi kekeringan masih berlangsung dan kebutuhan air bersih di sejumlah desa, khususnya wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong, masih ada.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Tim Teknis merekomendasikan agar status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Parigi Moutong diperpanjang.
Rekomendasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan, pemenuhan kebutuhan air bersih, pemantauan wilayah, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap berjalan selama kondisi darurat masih berlangsung.
Sumber: BPBD Kabupaten Parigi Moutong






Alamat Redaksi :