Parigi Moutong, Zenta Inovasi — Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong menemukan kondisi kekeringan di Desa Sausu Auma, Kecamatan Sausu, saat melakukan asesmen lapangan pada Rabu 2 September 2026.
Kekeringan terjadi setelah wilayah tersebut tidak mengalami hujan sejak Juli 2026. Kondisi ini menyebabkan debit sumur warga menurun drastis hingga hampir mengering.
Dari hasil asesmen, kedalaman sumur warga rata-rata mencapai 8–10 meter, dengan air yang tersisa sebagian besar keruh dan kotor sehingga tidak layak digunakan secara langsung.
Sebanyak 342 KK di empat dusun terdampak, terdiri dari Dusun I sebanyak 96 KK, Dusun II 66 KK, Dusun III 120 KK, dan Dusun IV 60 KK. Saat ini, kebutuhan paling mendesak adalah pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingat sumber air warga semakin terbatas.
Sementara itu, sehari sebelumnya, Selasa 1 September 2026, BPBD juga menerima laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu.
Kebakaran melanda lahan tanam baru sekitar 1 hektare, kebun warga sekitar 0,5 hektare, serta kawasan hutan sekitar 2 hektare.
Kondisi kebakaran sebagian besar telah mereda. Kebun warga seluas sekitar 0,5 hektare berhasil dipadamkan, sementara masih ditemukan satu titik di kawasan puncak hutan yang mengeluarkan asap dan berpotensi kembali terbakar.
TRC BPBD, Damkar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat desa, dan masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Dengan kondisi kekeringan yang terjadi di Desa Sausu Auma, penanganan selanjutnya akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami dampak kekeringan dan Karhutla.
Sumber: BPBD Kabupaten Parigi Moutong






Alamat Redaksi :