Sarana Air Bersih Rusak Diterjang Banjir di Toboli Barat, 350 KK Terdampak

Keterangan Foto: Bupati Erwin Burase meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Toboli Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Elly/ZI)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, Kamis 27 Agustus 2026.

Banjir tersebut menyebabkan fasilitas sumber air bersih warga mengalami kerusakan sehingga masyarakat, khususnya di Dusun I dan Dusun II, untuk sementara tidak mendapatkan pasokan air bersih.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 350 kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat fasilitas air bersih rusak dan jaringan pipa terputus diterjang banjir.

Erwin mengatakan, pemerintah daerah akan segera mengambil langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sembari menyiapkan solusi permanen terhadap kerusakan fasilitas sumber air.

“Untuk penyiapan air bersih sementara, ini sifatnya darurat untuk masyarakat. Sudah sekitar 350 KK yang terdampak dan sekarang tidak punya air,” kata Erwin saat berada di lokasi terdampak banjir, Kamis 27 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan segera menyiapkan tandon dan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat sebagai langkah penanganan sementara.

“Hari ini juga kita akan menyiapkan untuk menanggulangi sementara dulu, menyiapkan tandon-tandon dan juga air bersih untuk masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, hasil peninjauan menunjukkan fasilitas sumber air bersih yang selama ini digunakan masyarakat Desa Toboli Barat mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang banjir.

“Untuk sumber air bersih Desa Toboli Barat ini sudah hancur total,” ungkapnya.

Pemerintah daerah selanjutnya akan melihat kemungkinan penggunaan sumber air alternatif yang lokasinya relatif lebih dekat dengan permukiman warga.

Menurut Bupati Erwin, alternatif tersebut akan dikaji terlebih dahulu, termasuk menghitung kebutuhan pembangunan sarana penampungan atau reservoir serta jaringan pipanya.

“Rencana alternatif mungkin yang tadi disampaikan Pak Kades, agak dekat juga karena ada sumber airnya tersendiri. Kita lihat itu, nanti kita akan menghitung dari situ,” jelasnya.

Erwin menargetkan pembangunan fasilitas air bersih tersebut dapat dilakukan secepatnya. Jika kondisi memungkinkan, pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu untuk bagian tertentu, namun pembangunan fasilitas pendukung lainnya diperkirakan membutuhkan waktu lebih panjang.

“Kalau penggantian pipa mungkin bisa lebih cepat. Tapi ini kan mau dibangun penampungnya juga. Yang jelas kita target satu sampai dua bulan, mudah-mudahan bisa,” katanya.

Sementara itu, terkait dampak banjir terhadap lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, Erwin mengatakan pemerintah daerah masih menunggu pendataan dari pemerintah desa.

Ia mengaku baru menerima laporan mengenai dampak tersebut pada saat peninjauan sehingga belum memiliki data lengkap mengenai kerugian yang dialami masyarakat.

“Saya belum melihat secara, belum dapat laporan. Karena baru dapat laporan hari ini, dampak yang ditimbulkan juga belum ada laporannya,” ujarnya.

Erwin kemudian meminta pemerintah desa melakukan pendataan terhadap perkebunan masyarakat yang terdampak banjir sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sementara itu disaat yang sama, Plt Kepala Dinas PUPRP Aflianto Hamzah, mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim teknis melakukan peninjauan untuk memastikan tingkat kerusakan serta menentukan apakah jaringan lama masih dapat dimanfaatkan atau harus dibangun kembali.

“Air bersih kita kemarin masih normal, masih berjalan. Setelah terjadi banjir bandang, banyak pipa-pipa kita yang rusak dan putus,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu bagian penting yang akan diperiksa adalah intake atau sumber pengambilan air yang berada di bagian atas. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah bangunan dan sumber pengambilan air masih dapat digunakan atau perlu dipindahkan ke lokasi lain.

“Yang jelas, pertama kita lihat ini adalah intake, sumber pengambilan di atas dulu. Apakah dia rusak atau tidak, apakah kita mau pindahkan atau tidak, tentu nanti tim teknis yang lihat,” ujarnya.

Kata Aflianto, peninjauan bersama tim teknis direncanakan dilakukan pada Jumat besok. Dari kondisi awal di lapangan, ia memperkirakan pipa besi kemungkinan masih dapat dimanfaatkan kembali. Namun, untuk jaringan berbahan PVC, kerusakannya dinilai cukup parah sehingga berpotensi harus diganti dengan jaringan baru.

“Kalau kita lihat untuk pipa besi ini kayaknya masih bisa kita gunakan kembali. Cuma kalau untuk pipa PVC, kayaknya kerusakannya sudah total, jadi memang harus yang baru lagi,” katanya.

Hasil peninjauan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan pola penanganan jaringan air bersih, termasuk apakah dilakukan pembangunan baru, memanfaatkan jaringan lama, atau membuat jalur jaringan yang berbeda.

“Makanya kita mau hitung juga sesuai dengan perintah Pak Bupati. Apakah bangun baru, kemudian apakah masih di jalur yang lama atau kita lihat jalur baru. Itu saja yang kita mau lihat,” pungkasnya.
Saat peninjauan lokasi, Bupati Erwin Burase didampingi Camat Parigi Utara, BPBD, Dinas TPHP, Dinas Kesehatan, PUPRP, Sat Pol-PP dan Damkar, Dinas Perumahan dan Permukiman juga Pemerintah Desa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *