Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong mendirikan tenda pelayanan kesehatan 24 jam untuk melayani warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.
Langkah tersebut, dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau, sekaligus mencegah munculnya penyakit yang berpotensi terjadi setelah bencana, terutama diare dan penyakit kulit akibat persoalan air bersih dan sanitasi.
“Alhamdulillah, kami sudah menurunkan tim. Sebagaimana prosedur tetap ketika terjadi bencana, semua instansi melaksanakan tugas sesuai tupoksinya, termasuk Dinkes,” ujar Plt Kepala Dinkes Parigi Moutong, Darlin, ditemui di Parigi, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia mengatakan, tim kesehatan telah berada di lokasi sejak bencana terjadi. Pelayanan melibatkan Puskesmas Anuntodea dan Puskesmas Pangi, yang disiagakan selama 24 jam.
Pada awal penanganan, tim kesehatan masih menggunakan teras rumah warga untuk memberikan pelayanan.
Namun mulai hari ini, pelayanan kesehatan telah menggunakan tenda khusus yang disiapkan di lokasi terdampak.
“Kasus yang ada sudah ditangani. Tadi ada luka robek yang dijahit oleh tim,” ujarnya.
Darlin menyebutkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus diare maupun penyakit kulit pada warga terdampak.
Meski demikian, pihak Dinkes tetap melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat maupun petugas yang terlibat dalam penanganan bencana.
“Kondisi banjir ini yang pertama adalah ketersediaan air bersih. Kalau air bersih tidak tersedia, kita cegah jangan sampai terjadi diare dan penyakit kulit. Itu hal-hal yang perlu kita cegah,” jelasnya.
Selain warga, pemeriksaan juga dilakukan terhadap aparat dan relawan yang berada di lokasi.
Sejumlah orang tua ditemukan mengalami hipertensi, sementara kondisi kelelahan juga menjadi perhatian karena banyak pihak terlibat dalam penanganan pascabencana.
“Kita tetap screening, periksa kondisinya. Bukan hanya masyarakat, petugas juga kita periksa supaya mereka dalam melaksanakan pembersihan di lokasi bancana tetap dalam kondisi baik,” katanya.
Terkait kebutuhan obat-obatan, Darlin mengatakan pihaknya masih mengandalkan persediaan dari puskesmas dan Dinkes Parigi Moutong untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di lokasi.
“Insyaallah sampai saat ini kami masih menurunkan obat dari puskesmas dan Dinas Kesehatan. Tapi kalau nanti diperkirakan sasarannya lebih banyak, kami akan meminta dukungan dari provinsi dan perusahaan obat yang ada di Sulawesi,” pungkasnya.






Alamat Redaksi :