​Kekeringan Melanda 3 Kecamatan di Parigi Moutong, 1.400 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Foto: BPBD Kabupaten Parigi Moutong

Parigi Moutong, Zenta Inovasi — Sebanyak 1.400 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Parigi Moutong terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang berlangsung sejak pertengahan Juni 2026.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong mencatat fenomena ini merambah sembilan desa di tiga kecamatan, dengan ancaman gagal panen terbesar membayangi wilayah Mepanga.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Pusdalops BPBD, kekeringan meluas di tujuh desa di Kecamatan Mepanga, yaitu Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung, dan Ogotion.

Selain itu, dampak serupa dialami Desa Anutapura di Kecamatan Bolano Lambunu serta Desa Ambesia Barat di Kecamatan Tomini.

Di Desa Kotaraya Selatan sendiri, setidaknya 200 hektare sawah kini dalam kondisi kritis dan terancam gagal panen. Tidak hanya mengancam sektor pertanian, krisis air ini juga mulai mengganggu pasokan air bersih warga seperti di Desa Kayu Agung yang debit sumber air utamanya merosot tajam hingga tersisa 25 persen dari kondisi normal.

​Guna mengantisipasi dampak yang kian meluas, Tim Reaksi Cepat BPBD bersama aparat desa dan masyarakat setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Saat ini, bantuan mesin pompa air (alkon) serta pembuatan sumur bor menjadi kebutuhan paling mendesak untuk menyelamatkan tanaman warga dan memulihkan ketersediaan air bersih.

Sumber: BPBD Kabupaten Parigi Moutong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *