Sebanyak 53 Jembatan Merah Putih Dibangun di Sulteng, Kolaborasi TNI, Pemerintah dan Masyarakat

Keterangan Foto: Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar bersama Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase dan Ketua DPRD Alfres Tonggiroh, aparat Desa Nambaru dan Siswa SD melintasi jembatan Garuda Merah Putih yang baru saja diresmikan, Jumat 21 Agustus 2026. (Muh.Aldy)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Salah satu program Presiden Prabowo yaitu membangun 2.500 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia, dari jumlah itu 25 titik dibangun di Provinsi Sulawesi Tengah.

Demikian kata Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, saat meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Jum’at, 21 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

“Program ini adalah program pemerintah yang kita lakukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Beberapa bulan lalu sudah ada launching 2.500 jembatan di seluruh Indonesia,” ujar Jonathan.

Kata Ia, pembangunan jembatan akan terus dilanjutkan untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang masih membutuhkan infrastruktur penghubung.

“Ini akan terus berlanjut. Saya sudah mendapatkan laporan, dari 53 jembatan yang akan kami kerjakan, sudah ada yang mulai dilaksanakan,” katanya.

Menurut Jonathan, jenis jembatan yang dibangun disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Seperti jembatan gantung, jembatan rangka baja, dan jembatan beton.

“Jadi tergantung nanti kondisi wilayahnya. Karena yang dinilai khusus kita ini adalah kebutuhan dan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan juga menyasar wilayah terpencil, yang selama bertahun-tahun menantikan akses penghubung.
Ia mencontohkan masyarakat di salah satu wilayah terpencil yang menyambut antusias pembangunan jembatan, karena telah menunggu akses tersebut selama sekitar 10 tahun.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias karena mereka sangat merindukan jembatan itu. Ada yang sudah sekitar 10 tahun menantikan jembatan,” ujarnya.

Jonathan menegaskan, pembangunan jembatan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan prajurit TNI dan masyarakat setempat.

“Semua program ini, dikerjakan secara swakelola. Jadi nanti bekerja sama antara prajurit dengan masyarakat sekitar yang ada di lokasi,” katanya.

Pemerintah daerah juga dilibatkan melalui dinas terkait. Sementara personel yang terlibat dalam pembangunan telah mendapatkan pelatihan, untuk mendukung pekerjaan sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

“Kita juga melibatkan dinas dari kabupaten dan provinsi. Semua pekerja yang mengerjakan ini sudah kita latih terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain itu kata dia, TNI juga menyiapkan sejumlah program infrastruktur lainnya, seperti pembangunan dan pengelolaan irigasi, sumur bor, hidran, pompa hidran, serta sistem penyediaan air yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

“Kita berharap apa yang kita kerjakan ini, betul-betul bisa memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat yang ada di wilayah kita, di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Jonathan berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar bersama Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase didampingi Ketua DPRD Alfres Tonggiroh serta Aparat Desa Nambaru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *