Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Proyeksi penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Parigi Moutong Tahun Anggaran 2027, harus disusun selaras dengan tema pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto, saat memimpin rapat pembahasan anggaran 2027 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dihadiri Kepala Bappelitbangda, Kamis 13 Agustus 2026.
Sayutin mengatakan, anggaran harus diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, yang menitikberatkan pada akselerasi penguatan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan sektor pertanian sebagai sektor unggulan, serta pembangunan infrastruktur yang merata dan menunjang peningkatan produktivitas pertanian.
Menurutnya, pemerataan infrastruktur seperti jaringan irigasi dan jalan usaha tani menjadi penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
“Harus ada pemerataan akses infrastruktur irigasi, jalan usaha tani, kemudian produk pertanian yang bisa kita pasarkan, contonya seperti padi. Sehingga benar-benar kelihatan laju pertumbuhan ekonomi karena kita mengandalkan pertanian, kelautan dan perkebunan,” ujar Sayutin.
Ia menegaskan, pembahasan APBD 2027 tidak hanya berorientasi pada besaran anggaran, tetapi harus membedah secara utuh struktur belanja operasi dan memastikan program daerah selaras dengan kebijakan pembangunan nasional maupun provinsi.
“Ini anggaran harus terfokus di situ sehingga masyarakat mendapat manfaat,” katanya.
Namun, Sayutin mengakui penyusunan proyeksi pendapatan 2027 menghadapi tantangan. Pasalnya, target pendapatan pada 2025 dan 2026 belum sepenuhnya tercapai sehingga diperlukan perhitungan yang lebih realistis untuk menentukan target tahun berikutnya. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan target.
Menurut Sayutin, pemerintah daerah harus mampu memacu peningkatan pendapatan di tengah tekanan efisiensi anggaran yang cukup tinggi.
“Kita harus mampu memacu itu. Di tengah tekanan efisiensi yang sangat tinggi, diperlukan target pencapaian. Kita undang semua OPD sehingga kita sepakati pendapatan. Target itu sangat realistis, yang dibutuhkan adalah kinerja dan etos kerja untuk mengejar PAD,” ujarnya.
Sayutin menjelaskan, Banggar nantinya akan melakukan rasionalisasi dan sinkronisasi terhadap hasil pembahasan bersama alat kelengkapan DPRD. Pembahasan belanja baru dapat dilakukan setelah diketahui secara pasti kemampuan pendapatan daerah, baik yang bersumber dari transfer pemerintah pusat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Banggar tinggal merasionalisasi, menyinkronkan hasil pembahasan alat kelengkapan. Setelah kita tahu berapa transfer pusat secara keseluruhan, kemudian berapa PAD, baru kita bicara belanja operasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembahasan Banggar bersama TAPD dan OPD penghasil pada tahap awal diarahkan untuk memperoleh gambaran besar mengenai kemampuan fiskal daerah. Pembahasan mencakup proyeksi pendapatan, capaian dan laju pertumbuhan ekonomi 2026, target pertumbuhan ekonomi 2027, hingga kemampuan fiskal daerah dalam membiayai program pembangunan.
“Rapat Banggar ini gambaran besarnya dimulai dari pembahasan pendapatan. Kita akan menghadirkan TAPD lengkap dan OPD penghasil, kemudian melihat berapa laju pertumbuhan ekonomi 2026 dan target 2027, sampai sejauh mana kemampuan fiskal daerah,” pungkasnya.






Alamat Redaksi :