Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Satbinmas Polres Parigi Moutong menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh), mengenai bahaya narkoba dan aksi perundungan (bullying) kepada para siswa baru di SMP-IT Ittihaadul Ummah, Kecamatan Parigi Barat, Sabtu 11 Juli 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita ini dipimpin langsung oleh Kanit Bintibsos Aiptu Zulham, S.Sos., bersama sejumlah personel Satbinmas lainnya.
Kehadiran tim penyuluh disambut hangat oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ahmad Mushawwir, M.Ag., beserta dewan guru dan para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dalam penyampaiannya, Aiptu Zulham memberikan pemahaman komprehensif mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, pentingnya menghindari perundungan (bullying), serta bahaya penyalahgunaan narkoba dari perspektif agama maupun hukum negara.
Menurutnya, dari sudut pandang agama, narkoba dijelaskan sebagai perbuatan haram karena merusak akal (Hifdzul ‘Aql), mengancam keselamatan jiwa (Hifdzun Nafs), serta berdampak buruk terhadap harta, keimanan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.
Sementara dari aspek hukum, para pelajar diberikan pemahaman mengenai ancaman pidana bagi pengedar maupun penyalahguna narkotika, termasuk pengenalan berbagai jenis narkoba beserta dampak buruknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan masa depan pelajar.
Materi yang disampaikan mendapat perhatian serius dari para peserta. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Parigi Moutong dalam memberikan edukasi yang dinilai sangat penting sebagai langkah preventif untuk membentengi peserta didik dari pengaruh narkoba dan perilaku menyimpang sejak usia dini.
Sekolah juga berharap, kegiatan pembinaan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kasat Binmas Polres Parigi Moutong, AKP Zulkufran, S.H., menegaskan, pembinaan kepada kalangan pelajar merupakan bagian dari strategi pencegahan yang menjadi prioritas Polri dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan taat hukum.
“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Melalui edukasi sejak dini, kami ingin membangun kesadaran para pelajar agar mampu menolak narkoba, menjauhi bullying, serta menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan,” tegas AKP Zulkufran.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan melahirkan generasi emas Indonesia yang berintegritas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen bersama antara Polri dan dunia pendidikan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas narkoba serta kondusif bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.





Alamat Redaksi :