Disdikbud Parigi Moutong Gelar Bimtek Literasi Digital, Targetkan Pemerataan Mutu Pendidikan

Foto: Disdikbud Parigi Moutong, menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi Kepala Sekolah dan Guru SD tahun 2026, di Aula Dikbud Parigi Moutong, Senin 27 April 2026. (Eli/ZI)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi Kepala Sekolah dan Guru SD tahun 2026, bertempat di Aula Disdikbud Parigi Moutong, Senin 27 April 2026.

Kepala Bidang GTK Disdikbud Parigi Moutong, Farid, mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk memacu transformasi mutu pendidikan melalui penguatan literasi digital bagi tenaga pendidik.

Bacaan Lainnya

Farid menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi daerah untuk menghapus stigma “sekolah favorit” yang selama ini menciptakan ketimpangan persepsi di masyarakat.

Menurutnya, ukuran mutu pendidikan harus terstandarisasi melalui rapor pendidikan, bukan berdasarkan latar belakang sosial siswa atau kondisi fisik bangunan sekolah.

​”Selama ini masih ada branding sekolah favorit, tapi favorit apanya dulu? Apakah karena banyak anak orang kaya atau etnis tertentu? Standar mutu kita sudah ada, semuanya mengacu pada rapor pendidikan, literasi, dan numerasi. Itulah yang mau kita ratakan di semua sekolah,” ujar Farid.

Ia menekankan, guru adalah aktor utama dalam transformasi ini. Di era digital, guru dituntut untuk lebih melek teknologi agar tidak tertinggal dari siswanya. Farid mengkhawatirkan jika sarana digital yang diberikan ke sekolah justru tidak dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran.

​”Jangan sampai media ajar digital di sekolah cuma dipakai untuk karaoke karena gurunya tidak tahu cara membuat konten. Bulan depan kita akan lakukan pendampingan pembuatan konten media ajar agar bisa langsung ditampilkan ke murid-murid,” tegasnya.

Untuk mencapai target pemerataan dari  Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Moutong, Disdikbud menerapkan sistem Pilot Project dan Sister School (sekolah imbas). Sebanyak 47 sekolah jenjang SD dilibatkan dalam program ini, di mana 11 sekolah dengan nilai literasi grade A dan B pada rapor pendidikan 2024 dijadikan sebagai percontohan.

​Sekolah pilot ini lanjut ia, akan melakukan pengimbasan ke sekolah-sekolah di sekitarnya yang nilainya masih rendah. Targetnya, tahun depan sekolah imbas ini sudah harus naik level menjadi pilot dengan nilai literasi dan numerasi minimal B.

​Ia menambahkan, evaluasi ketat akan dilakukan terhadap kepala sekolah jika target capaian rapor pendidikan tidak terpenuhi. Sebagai bagian dari fungsi kepegawaian, performa kepala sekolah akan menjadi catatan penting dalam penilaian kerja.
Dalam kegiatan ini, Disdikbud menggandeng komunitas Topompaguru sebagai pemateri. Fokus utamanya adalah melatih sekolah agar tidak hanya sekadar mengisi data, tetapi mampu membedah dan mencari solusi atas masalah yang tertera dalam rapor pendidikan.

​”Hasil evaluasi menunjukkan banyak sekolah di Parigi Moutong jarang membuka rapor pendidikan. Ada yang buka, tapi tidak tahu cara mengatasi masalahnya. Padahal, ini adalah basis data yang diakses pusat dan menjadi tolok ukur mutu, mulai dari literasi, numerasi, hingga inklusi,” pungkasnya.

​Kegiatan peningkatan kompetensi ini dijadwalkan berlangsung secara berjenjang. Setelah jenjang SD selesai pada hari Senin, kegiatan serupa untuk jenjang SMP akan dilaksanakan pada Selasa besok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *