Sebanyak 24 Pengelola Program Puskesmas Parigi Moutong Ikuti Pelatihan Kusta dan Frambusia

Foto: 24 pengelola program Puskesmas di Parigi Moutong, ikuti Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia Bapelkes Provinsi Sulawesi Tengah. (Istimewa)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Sebanyak 24 pengelola program dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong, mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026 ini digelar oleh Dinas Kesehatan setempat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan penanganan penyakit menular.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kusta dan frambusia.

​”Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pengelola program di tingkat puskesmas memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan deteksi dini, penemuan kasus, penatalaksanaan penderita hingga memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Darlin.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan penguatan materi dan pembelajaran teknis terkait strategi penanggulangan penyakit kusta dan frambusia yang efektif, terpadu, dan berkesinambungan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi serta berbagi pengalaman antar pengelola program kesehatan di seluruh wilayah Parigi Moutong.

Dinas Kesehatan berharap, seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kusta dan frambusia dapat berjalan lebih maksimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, pemerintah daerah optimistis pelayanan kesehatan masyarakat akan semakin baik serta mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, bebas stigma, dan bebas dari penyakit kusta maupun frambusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *