Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), mulai melakukan peningkatan kompetensi literasi digital untuk para guru.
Demikian kata Kepala Bidang GTK Disdikbud Parigi Moutong Farid, kepada media ini, saat ditemui Jumat 29 Agustus 2025.
Ia mengatakan, di era transformasi digital ini, guru diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan melek terharap digital, agar dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bervariasi.
“Di bidang pendidikan kami pengen guru-guru itu jangan sampe tidak melek dengan teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, program ini akan menyasar guru yang belum tau digital dan yang sudah tau tapi belum memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Tahun ini lanjut Farid, ada 15 sekolah sasaran, dimana guru di 15 sekolah itu akan ditingkatkan kompetensi literasi digitalnya, melalui tim ‘Topempaguru‘ yang dibentuk oleh Disdikbud Parigi Moutong.
Dimana kata ia, Topempaguru juga termasuk guru yang sudah melek dengan digital, dan sudah menerapkan sistem digitalisasi disekolahnya
“Sekolah-sekolah sasaran itu diantaranya, 3 SMP di Kecamatan Kasimbar dan 12 SD tersebar di eks Kecamatan Parigi. Dari 100 lebih guru disekolah sasaran, ada 91 yang akan kita intervensi,” sebutnya.
Farid menjelaskan, dalam proses peningkatan literasi digital, guru akan diberikan pemahaman mulai dari hal sederhana. Seperti bagaimana cara menggunakan aplikasi canva sebagai media pembelajaran yang lebih efektif dan menarik perhatian siswa.
“Kita tau sekarang negara lagi penghematan besar-besaran, jadi kita tetap melakukan inovasi tanpa biaya yang tinggi juga. Karena kita tidak membuat aplikasi, tapi kita menggunakan aplikasi yang sudah ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, final dari program tersebut, guru diharapkan bisa menunjukkan hasil inovasi mereka, lewat peningkatan literasi digital yang sudah dilakukan.
“Nanti eksposnya ke Kepala Disdikbud langsung. Jadi para guru harus mempresentasikan produk dari hasil pembelajaran yang sudah dilakukan,” tandasnya.
Farid berharap, dengan adanya program ini guru bisa melek dengan digitalisasi dan bisa konsisten belajar menerapkan teknologi digitalisasi.


Alamat Redaksi :