Sebanyak 10 Perpustakaan Desa di Parigi Moutong Jadi Mitra Program TPBIS

Sebanyak 10 Perpustakaan Desa di Parigi Moutong Jadi Mitra Program TPBIS
Foto : Zentainovasi.id

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Sebanyak sepuluh desa di Kabupaten Parigi Moutong sudah menerapkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Demikian disampaikan Ildayani, selaku Kepala Seksi Layanan Otomatis dan Kerja Sama Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Parigi Moutong.

Bacaan Lainnya

“Sepuluh desa tersebut yaitu, Desa Pangi, Torue, Olobaru, Sausu Peore, Tanahlanto, Kelurahan Masigi, dan Persatuan Sejati,” ujar Ildayani saat ditemui Rabu 30 Juli 2025.

Ia mengatakan, program TPBIS merupakan inisiatif dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, diturunkan ke kabupaten kemudian ke desa untuk mendekatkan layanan ke masyarakat.

Menurutnya, program ini bukan hanya menjadikan perpustakaan sebagai tempat membaca, melainkan juga sebagai pusat kegiatan belajar, pemberdayaan masyarakat dan ruang inklusi sosial.

Selain itu, tujuan dari program ini, lanjut Ilda, untuk meningkatkan Indeks Prestasi Literasi Masyarakat (IPLM), apalagi berdasarkan data IPLM Kabupaten Parigi Moutong saat ini, masih sangat minim.

Dalam program TPBIS ini, kata ia, dibolehkan membuka kelas literasi seperti kelas Matematika dan Bahasa Inggris untuk jenjang Sekolah SD dan SMP, literasi merajut untuk ibu rumah tangga, kelas merangkai bunga, kelas komputer bahkan kelas agama.

“Jadi bukan hanya baca buku, tetapi berbagai macam kegiatan bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara metode yang digunakan, yakni bermain sambil belajar agar anak-anak sekolah tidak kesulitan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru, yang dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat, pukul 14.00 sampai 16.00.

“Sehingga ketika ada anak di sekolah yang kesusahan mengerjakan PR, bisa terbantu dengan mengikuti kelas ini,” tandasnya.

Selain itu, hasil dari program yang dijalankan dari tahun sebelumnya, sudah banyak masyarakat yang menciptakan produk untuk diperjualbelikan, bahkan sudah dipromosikan sampai ke pameran ekspor.

“Jadi program ini bisa membantu mensejahterakan masyarakat lewat literasi. Misalnya salah satu ibu rumah tangga di Desa Olobaru, sudah bisa menciptakan biji durian menjadi tepung,” tuturnya.

Ia berharap, kedepannya dengan adanya program TPBIS ini IPLM di Kabupaten Parigi Moutong bisa meningkat, dan bisa mensejahterakan masyarakat untuk ekonomi keluarga dengan membaca buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *