Zubait Apresiasi Gotong Royong Petani Rawat Irigasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Keterangan Foto: Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Zubait (Elly/ZI)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Zubait, mengapresiasi inisiatif petani yang secara swadaya melakukan pemeliharaan jaringan irigasi di sejumlah wilayah.

Menurut Zubait, partisipasi petani tersebut menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk melakukan pemeliharaan irigasi pada tahun ini sebagai dampak efisiensi anggaran.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, cukup banyak petani yang memiliki kesadaran untuk melakukan kerja bakti. Mereka merasa memiliki karena jaringan irigasi tersebut memang digunakan untuk kepentingan mereka, terutama untuk kebutuhan pertanian,” ujar Zubait, ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, pemeliharaan irigasi pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama. Namun, pada tahun ini pihaknya belum memiliki anggaran khusus untuk melaksanakan pemeliharaan secara rutin.

Kondisi tersebut membuat sejumlah petani mengambil inisiatif untuk melakukan pembersihan maupun pengerukan saluran irigasi secara gotong royong.

Zubait mencontohkan adanya laporan dari petugas lapangan mengenai kelompok petani yang berinisiatif melakukan penggalian pada saluran yang mengalami pendangkalan. Sebelum melaksanakan pekerjaan, para petani terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihaknya.

“Mereka melapor dan meminta izin. Saya bilang, alhamdulillah, kalau memang petani siap melakukan gotong royong, silakan dilakukan. Daripada menunggu kami, sementara anggaran untuk pemeliharaan memang belum tersedia,” katanya.

Menurutnya, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya, termasuk kawasan Parigi Moutong bagian selatan. Petani secara swadaya melakukan kerja bakti membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi yang mereka gunakan.

Zubait menilai keterlibatan petani menunjukkan adanya rasa memiliki terhadap infrastruktur irigasi yang menjadi penunjang aktivitas pertanian. Karena itu, ia berharap budaya gotong royong tersebut terus dipertahankan.

“Budaya gotong royong seperti ini perlu terus dipertahankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat bukan berarti menghilangkan peran pemerintah dalam penyelenggaraan infrastruktur irigasi. Pihaknya tetap melakukan pemantauan dan melihat kondisi jaringan irigasi di lapangan berdasarkan laporan petugas serta berupaya mengusulkan anggaranya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *