Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, menggelar apel pasukan dan peralatan kesiapsiagaan Karhutla yang berlangsung di halaman Kantor Polres Parigi Moutong, Selasa 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan AN, S.I.K., M.H. bertindak sebagai pimpinan apel, Ketua DPRD, serta perwakilan dari TNI AL, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.
Dalam amanat pimpinan apel ditegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya sistematis di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah.
Karhutla bukan sekadar masalah lingkungan dan ekosistem, melainkan ancaman nyata yang berpotensi melumpuhkan aktivitas masyarakat hingga memicu dampak sosial dan ekonomi yang meluas.
Oleh karena itu, strategi penanganan ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pencegahan proaktif melalui edukasi persuasif kepada masyarakat, respon cepat untuk memadamkan titik api sedini mungkin, serta pemantauan terpadu secara berkala di kawasan rawan bencana.
Usai pelaksanaan apel, Wakil Bupati H. Abdul Sahid bersama jajaran Forkopimda, meninjau langsung kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang disiagakan oleh masing-masing instansi.
Wabup menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin.
Menurutnya, pemetaan dan pengecekan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal saat situasi darurat terjadi.
“Alhamdulillah, apel dan pengecekan ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap keselamatan masyarakat Parigi Moutong. Dari hasil peninjauan, kita bisa melihat kelengkapan yang ada sekaligus menginventarisasi apa yang masih kurang. Jika memang masih ada kebutuhan peralatan penanganan Karhutla yang belum terpenuhi, Insya Allah pemerintah daerah siap mengalokasikan dan mempersiapkannya,” tegas H. Abdul Sahid.
Mengingat, cakupan wilayah Parigi Moutong yang sangat luas dan hampir seluruhnya memiliki potensi kerawanan Karhutla terutama saat kondisi cuaca ekstrem kewaspadaan ekstra menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Upaya mitigasi bencana tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi aktif dari warga. Pemda Parigi Moutong mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas TNI, Polri, Damkar, atau Basarnas semata. Ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, seluruh masyarakat harus ekstra hati-hati dan ikut menjaga lingkungan masing-masing,” imbau Wabup.
Melalui Apel Gelar Pasukan ini, Pemda Parigi Moutong berharap, sinergi dan koordinasi lintas sektor semakin solid. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum pembuktian kesiapan nyata personel, sarana, dan tata laksana dalam melindungi bumi Parigi Moutong dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sumber : Diskominfo Parigi Moutong






Alamat Redaksi :