Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong diperintahkan untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah SD dan SMP yang belakangan ramai diberitakan dan telah menjadi perhatian publik.
Inspektur Inspektorat Parigi Moutong, Sakti Lasimpala, mengatakan langkah tersebut merupakan perintah Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, untuk menindaklanjuti isu yang berkembang di masyarakat.
“Menanggapi sejumlah pemberitaan terkait dugaan jual beli jabatan kepala sekolah SD dan SMP, kami diperintahkan oleh pimpinan untuk mencermati secara sungguh-sungguh dan melakukan pendalaman,” ujar Sakti, Jumat 27 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, Inspektorat telah membentuk tim investigasi yang bertugas menelusuri dugaan penyalahgunaan jabatan, termasuk informasi yang menyebut adanya praktik pembayaran sebesar Rp50 juta hingga Rp70 juta untuk memperoleh jabatan kepala sekolah.
Sakti menjelaskan, pembentukan tim investigasi telah dilakukan melalui surat penugasan resmi yang telah ditandatangani oleh Bupati Parigi Moutong. Tim tersebut dijadwalkan segera bekerja dalam waktu dekat.
“Setelah menerima perintah Bupati dalam bentuk surat penugasan, kami langsung membentuk tim investigasi. Suratnya sudah ditandatangani, dan kami akan segera bekerja untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah investigasi ini dilakukan agar isu yang berkembang tidak menjadi informasi liar di tengah masyarakat tanpa kejelasan.
Dalam proses investigasi, kata Sakti, Inspektorat menegaskan akan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah terhadap pihak-pihak terkait yang disebut dalam pemberitaan. Pihaknya juga berkomitmen menjaga harkat dan martabat semua pihak selama proses berlangsung.
“Kami akan bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kami juga menjaga harkat dan martabat pihak-pihak yang disebutkan,” katanya.
Menurutnya, untuk mempercepat proses investigasi, Inspektorat juga membuka ruang bagi media untuk memberikan informasi tambahan yang relevan dengan dugaan kasus tersebut.
“Saya selaku Kepala Inspektorat yang diperintahkan bekerja bersama tim membutuhkan dukungan dan informasi tambahan dari teman-teman media untuk percepatan investigasi ini,” ungkapnya.
Sakti menambahkan, pihaknya akan menjaga integritas serta kerahasiaan informasi yang diberikan demi melindungi pihak-pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, investigasi akan difokuskan pada penyelenggara pemerintah daerah. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya rekomendasi lanjutan jika ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.
“Jika ada indikasi keterlibatan pihak lain (anggota DPRD) seperti apa yang diisukan, tidak menutup kemungkinan akan ada rekomendasi ke Badan Kehormatan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, tim akan menelusuri secara menyeluruh untuk memastikan apakah dugaan tersebut benar terjadi atau hanya isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu.
Sakti menambahkan, Bupati Parigi Moutong meminta agar investigasi segera dilakukan agar isu ini tidak terus berkembang menjadi bola liar di masyarakat.
“Hasil investigasi ini nantinya akan menjadi bahan bagi Bupati untuk mengambil keputusan. Apapun hasilnya akan menjadi atensi pimpinan,” pungkasnya.

Alamat Redaksi :