Toribulu, Zenta Inovasi – Palang Merah Remaja (PMR) SMK Negeri 1 Toribulu resmi mematangkan program kerja periode 2025/2026 sebagai upaya memperkuat peran siswa dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Program ini disusun untuk mendorong anggota PMR lebih aktif, sigap, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ketua PMR SMKN 1 Toribulu, Audina (kelas XII Layanan Kesehatan), mengatakan bahwa program kerja tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi lebih pada aksi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.
“Kami ingin PMR tidak hanya aktif di atas nama organisasi, tapi benar-benar hadir membantu, siap saat dibutuhkan, dan terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Audina.
Sejumlah kegiatan utama telah disiapkan, di antaranya penggalangan dana sosial, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar), serta pengawasan kesehatan saat upacara sekolah, khususnya ketika ada siswa yang sakit atau pingsan.
Salah satu agenda inti yang menjadi fokus adalah pelaksanaan Diklatsar di Markas PMI Kota Parigi pada 21 Januari 2026. Kegiatan ini dinilai penting untuk membekali anggota dengan keterampilan dasar pertolongan pertama dan penanganan kondisi darurat secara langsung bersama instruktur PMI.
Audina menegaskan, keberhasilan program kerja ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh anggota PMR, bukan hanya pengurus inti.
“Saya berharap semua anggota ikut ambil bagian, bukan sekadar hadir, tapi mau belajar, mau bergerak, dan punya rasa tanggung jawab sebagai relawan muda,” katanya.
Menurutnya, PMR bukan hanya tentang organisasi ekstrakurikuler, tetapi juga ruang pembentukan karakter, seperti empati, disiplin, kerja sama, dan kepekaan terhadap kondisi sekitar.
SMK Negeri 1 Toribulu yang berlokasi di Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, terus mendorong kegiatan ekstrakurikuler yang berdampak positif bagi siswa. Melalui program kerja PMR 2025/2026 ini, sekolah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.
Bagi Audina, pesan terpenting dari seluruh rangkaian program ini sederhana namun bermakna, yakni PMR harus menjadi organisasi yang hidup, bergerak, dan memberi manfaat nyata bagi sesama.
Penulis: Peserta Pelatihan Jurnalistik Kategori Siswa.
I Gusti Made darma putra
baso lanti
Risma
Riska
Alamat Redaksi :