Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parigi Moutong, tengah melakukan uji coba pemberlakuan sekolah lima hari atau full day school.
Kebijakan ini diambil sebagai respon atas banyaknya masukan dari masyarakat, khususnya orang tua siswa yang bekerja.
Ia mengatakan, bahwa permintaan ini muncul karena adanya perbedaan jadwal libur antara orang tua dan anak. Orang tua yang bekerja di perkantoran rata-rata memiliki waktu libur pada hari Sabtu dan Minggu, sementara anak-anak saat ini masih harus masuk sekolah pada hari Sabtu.
”Rata-rata sudah banyak masukan dari masyarakat dan orang tua siswa. Mereka berharap kalau bisa full day, karena orang tua yang kantoran itu rata-rata libur hari Sabtu dan Minggu untuk quality time bersama keluarga, sementara anaknya hari Sabtu itu masih sekolah,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Selasa 20 Januari 2026.
Sunarti mengungkapkan, meski menjadi keinginan banyak pihak, ia menegaskan bahwa transisi ini memerlukan persiapan yang matang. Perubahan sistem menjadi lima hari sekolah akan berimplikasi pada penambahan jam belajar harian.
Misalnya kata dia, siswa yang biasanya pulang pukul 12.00 siang, kemungkinan besar akan pulang pada pukul 14.00 hingga 15.00 WITA.
”Kami menyampaikan masih butuh persiapan, karena itu berimplikasi pada penambahan jam belajar mengajar dalam satu hari. Kami uji coba dulu untuk melihat kendala yang ada, apakah ada komplain dari orang tua siswa karena anaknya terlalu lama di sekolah,” sebutnya.
Menurutnya, salah satu solusi untuk mendukung durasi belajar yang lebih lama ini adalah integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Anak-anak tentunya membutuhkan makan siang, tapi terbantukan dengan adanya MBG, sehingga siswa bisa lebih lama di sekolah karena kebutuhan makannya terpenuhi,” tuturnya.
Lebih lanjut kata ia, selain kesiapan siswa, faktor kesiapan tenaga pengajar juga menjadi fokus utama evaluasi. Ia juga ingin memastikan bahwa guru-guru di lapangan siap dengan skema jam kerja yang baru.
Saat ini, beberapa kecamatan dilaporkan telah memulai uji coba setelah masa liburan berakhir. Dinas Pendidikan akan mengevaluasi sekolah mana saja yang berjalan lancar dan sekolah mana yang masih menemui kendala di lapangan.
”Tahun pelajaran ini, habis liburan sudah ada beberapa kecamatan yang melaporkan mereka sudah siap untuk full day. Kami akan mengevaluasi berapa sekolah yang melaporkan tidak ada kendala dan berapa yang masih ada hambatan,” ungkapnya.
Sunarti menambahkan, jika fase uji coba ini menunjukkan hasil positif tanpa kendala bagi guru, orang tua, maupun sarana prasarana, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan daerah (Bupati Parigi Moutong) untuk menetapkan kebijakan ini secara permanen.
”Insya Allah jika semua memungkinkan, akan dibuatkan surat edaran yang mewajibkan proses belajar mengajar lima hari,” tutupnya.




Alamat Redaksi :