Inovasi Saung Tani DISPKH Parigi Moutong Juara 1 Kategori Pelayanan Publik Krenova 2025

Inovasi Saung Tani DISPKH Parigi Moutong Juara 1 Kategori Pelayanan Publik Krenova 2025

Parigi Moutong, Zenta InovasiDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) Kabupaten Parigi Moutong, berhasil meraih prestasi gemilang. Inovasi bertajuk “Layanan Terpadu Saung Tani” dinobatkan sebagai Juara Satu dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tahun 2025 untuk kategori Pelayanan Publik.

Kepala Bidang Prasarana, Pengelolaan, dan Penyuluhan DISPKH Parigi Moutong, Nurlina menjelaskan, inovasi ini lahir dari keinginan kuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi sektor peternakan masa depan.

Bacaan Lainnya

​”Prinsipnya, tema ini memiliki goals akhir di mana kita menginginkan tumbuh kesadaran belajar di subsektor peternakan. Terutama kesadaran untuk bermasa depan dengan teknologi peternakan. Kami ingin mengajak generasi kita untuk ‘Ayo Belajar’, maka munculah inovasi ini,” ujar Nurlina.

​Ia menjelaskan, Saung Tani bukan sekadar tempat berkumpul biasa, melainkan sebuah sistem layanan terpadu yang menggabungkan tiga fungsi utama dalam satu kawasan.

“Inovasinya adalah sistem layanan Three in One. Kita membangun pusat produksi, pusat pemasaran, dan pusat belajar. Jadi orang-orang datang untuk learning by doing, belajar sambil melakukan. Misalnya ingin belajar ternak sapi, ya langsung ke pusat belajar ini,” jelasnya.

​Kata ia dalam Saung Tani ini, fasilitas yang disediakan pun sangat komprehensif, mencakup:

● Kandang komunal dan rumah pengolahan pupuk
● Rumah pengolahan pakan dan showroom pemasaran hasil ternak.
​● Fasilitas umum seperti toilet serta Saung Tani sebagai ruang diskusi utama.

Menurutnya, salah satu keunggulan Saung Tani adalah konsep pemberdayaan manusia yang menggunakan pendekatan “Penyuluh Sebaya”. Nurlina menekankan pentingnya berbagi pengetahuan antar pelaku usaha peternakan.

​”Kalau ada hashtag ‘Warga Jaga Warga’, kalau kami sekarang ‘Peternak Sejahterakan Peternak’. Peternak yang sudah melakukan produksi dan punya pengetahuan akan menjadi sumber belajar bagi yang lain. Jadi kita membangun penyuluh sebaya, di mana peternak mengajari peternak tentang apa yang sudah mereka inovasikan,” tambahnya.

​Nurlina menambahkan, saat ini Saung Tani telah berdiri di beberapa titik strategis, di antaranya Desa Sumber Sari Harapan Baru 2, Desa Nambaru, Balinggi, Balinggi Jati, Sausu Torono, Bolano, Bolano Lambunu, hingga Tinombo.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin berhenti di situ. Ia berharap kedepan, minimal ada replikasi Saung Tani di setiap kecamatan.

​”Kami sebenarnya hanya membangun sampel. Kami akan melakukan replikasi dengan prinsip pemberdayaan yang melibatkan peran peternak, pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas. Replikasi ini bisa di tingkat desa bahkan di tingkat rumah tangga yang ingin menjadi pengusaha peternakan,” tandasnya.

​Melalui inovasi ini, DISPKH berharap dampak positifnya dapat dirasakan secara luas, sehingga sektor peternakan di Parigi Moutong dapat bertransformasi menjadi sektor yang modern, mandiri, dan menjanjikan bagi generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *