Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menghadiri sekaligus membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-17 tingkat Kecamatan Kasimbar, yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Donggulu Selatan, Selasa 22 Juli.
MTQ ke-17 ini diikuti oleh 18 desa dengan menampilkan delapan cabang lomba keislaman. Selain sebagai ajang pencarian qori dan qoriah terbaik, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi budaya lokal melalui 18 stand kuliner yang merepresentasikan kekayaan cita rasa, kreativitas, dan identitas kuliner khas desa-desa di Kecamatan Kasimbar.
Kegiatan MTQ bukan sekadar kompetisi tilawah, melainkan sarana pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Ia menjadi wadah membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat desa, sekaligus menjadi etalase budaya lokal yang disampaikan melalui pendekatan yang membumi dan mengedukasi.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Erwin, didampingi Camat Kasimbar, unsur Forkopimcam tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati arena lapangan.
Bupati Erwin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan MTQ ke-17.
Tak hanya dari sisi keagamaan, kata Bupati, MTQ ini juga menghadirkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya lokal. Melalui 18 stand kuliner desa, masyarakat memperkenalkan aneka ragam makanan khas yang menjadi bagian dari penyuluhan budaya serta potensi desa.
“MTQ kali ini memperlihatkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan berakar dari nilai-nilai budaya. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Kasimbar adalah contoh bagi seluruh daerah agar tidak melupakan identitas kultural dalam setiap pembangunan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan bahwa program-program daerah harus terus berpijak pada semangat “Membangun dari Desa” sebagai strategi utama pemerataan pembangunan di Parigi Moutong.
“Saya harap seluruh masyarakat dan aparatur mendukung sepenuhnya program daerah. Kita dorong percepatan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan pelayanan publik dalam 100 hari kerja ke depan,” tegasnya.
Meski ditengah keterbatasan fiskal, Pemda terus melakukan langkah-langkah strategis, termasuk efisiensi anggaran, koordinasi lintas sektor, serta penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya aktif melakukan konsultasi dan koordinasi di tingkat nasional, termasuk dengan kementerian-kementerian teknis yang relevan dengan kebutuhan daerah. Bahkan, pendekatan langsung dilakukan hingga ke Badan Anggaran DPR RI, sebagai upaya memperjuangkan alokasi anggaran strategis yang dapat menjangkau Parigi Moutong.
“Saya memahami betul bahwa setelah dilantik, masyarakat sangat merindukan kehadiran pemimpinnya. Hal ini bagi saya adalah bentuk cinta dan kepercayaan rakyat yang sangat saya syukuri. Namun, kesibukan dan padatnya agenda koordinasi di pusat bukanlah bentuk abai, melainkan bagian dari keseriusan kami agar daerah ini bisa mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.
Menurut Bupati, letak geografis Parigi Moutong yang strategis sebagai daerah pesisir, lintas kabupaten, dan pintu gerbang kawasan timur Sulawesi Tengah, merupakan modal penting untuk menarik investasi dan program nasional. Pemerintah daerah terus mendorong agar potensi seperti pariwisata halal, pertanian organik, dan ekonomi maritim menjadi daya tawar dalam lobi pembangunan nasional.
“Kami tidak hanya menunggu. Kami menawarkan potensi, membangun konsep, dan melakukan pendekatan aktif agar Parigi Moutong tidak tertinggal dalam peta pembangunan nasional,” jelasnya.
MTQ ke-17 di Kasimbar bukan hanya ajang keagamaan, tetapi juga cermin kedewasaan sosial, spiritual, dan budaya masyarakat desa. Semangat ini menjadi sejalan dengan transformasi yang sedang dibangun di Parigi Moutong pembangunan dari desa.
(Sumber: Prokopim Setda Parigi Moutong)

Alamat Redaksi :