Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Parigi Moutong, terus memperkuat kapasitas pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui sosialisasi pemberdayaan dan penguatan kelembagaan.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Parigi Moutong, Sulastri, S.Sos., M.Si., mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dua bidang, yakni Bidang Pemberdayaan dan Bidang Kelembagaan.
Menurut Sulastri, kedua bidang tersebut masing-masing melaksanakan kegiatan di tiga titik, sehingga secara keseluruhan sosialisasi menyasar enam zona atau kecamatan.
“Meskipun dilaksanakan oleh dua bidang berbeda, kegiatan tersebut sama-sama menyasar pengurus Koperasi Desa Merah Putih, terutama dalam aspek pemberdayaan dan penguatan kelembagaan,” ujar Sulastri, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 24 Agustus 2026.
Selain penguatan kapasitas pengurus, materi sosialisasi juga mencakup tata cara pembukuan yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan koperasi.
“Sosialisasi tersebut terkait pemahaman tata kelola organisasi, juga membekali pengurus dengan pengetahuan pembukuan koperasi,” jelasnya.
Sulastri menyebutkan, rangkaian sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Triwulan II dan Triwulan III dengan target seluruh kegiatan dapat dituntaskan pada akhir Triwulan III.
Setelah tahapan sosialisasi dan penguatan kelembagaan selesai, Dinas Koperasi dan UMKM akan memasuki tahapan monitoring dan evaluasi KDKMP pada Triwulan IV.
Monitoring tersebut terkait perkembangan pembangunan gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Sulastri mengatakan, evaluasi diperlukan untuk mengetahui secara jelas kendala yang menyebabkan pembangunan gerai belum berjalan optimal.
“Di Triwulan IV untuk bidang koperasi sendiri ada monitoring dan evaluasi. Kita harus tahu titik lemahnya, kenapa progres Koperasi Merah Putih, khususnya pembangunan gerai masih lambat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, progres pembangunan gerai KDKMP di Parigi Moutong saat ini masih berada pada kisaran 30 persen lebih.
Karena itu, melalui monitoring dan evaluasi tersebut, pihaknya akan melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang menjadi penyebab lambatnya pembangunan.
Sulastri berharap, pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah, terutama dari sisi alokasi anggaran.
“Cuma mudah-mudahan kita didukung dengan alokasi dana,” katanya.
Dengan demikian, diharapkan KDKMP di Parigi Moutong memiliki kelembagaan yang kuat sekaligus mampu berkembang secara optimal.






Alamat Redaksi :