Kunjungi Keluarga Korban Pohon Tumbang, Bupati Erwin Sampaikan Belasungkawa dan Pastikan RS Berikan Pelayanan Maksimal

Kunjungi Keluarga Korban Pohon Tumbang, Bupati Erwin Sampaikan Belasungkawa dan Pastikan RS Berikan Pelayanan Maksimal

Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Bupati Parigi Moutong Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase mengunjungi keluarga korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Lida Gimba, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Sabtu kemarin.

Bupati juga mendatangi rumah duka almarhum Eizan Alfariq Ramadhan (4), di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Minggu, 12 April 2026. Kedatangan Bupati diterima langsung orang tua korban, Haswin dan Astri Ivo, didampingi kuasa hukum keluarga, Hortono Taharudin.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, pihak keluarga meminta pemerintah daerah memberikan penanganan medis intensif kepada dua korban selamat yang saat ini dirawat di RSUD Anutaloko Parigi. Keluarga berharap kedua pasien dapat ditempatkan di ruang terpisah guna menghindari tekanan psikologis, mengingat keduanya mengalami luka serius di bagian kepala.

Dua korban tersebut masing-masing Juita, yang dirawat di ruang Eboni 4, dan Safha Gisela Anastasya yang saat ini berada di ruang ICU untuk menjalani operasi akibat luka yang dialami saat kejadian.
Selain itu, keluarga juga meminta pemerintah daerah segera melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon rawan tumbang guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Erwin Burase menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi, sekaligus merespons langsung permintaan keluarga. Ia mengaku telah menghubungi Direktur RSUD Anutaloko Parigi untuk menyiapkan ruang perawatan bagi kedua pasien.

“Sebelumnya pada malam hari saya sudah meminta kepada pihak rumah sakit. Namun saat itu ruangan VIP masih penuh,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pihak rumah sakit diminta terus melaporkan perkembangan kondisi kedua korban. Terkait penempatan ruang, ia meminta agar pihak rumah sakit berkoordinasi dengan keluarga untuk menentukan apakah pasien dirawat terpisah atau dalam satu ruangan.

Ia juga mengingatkan agar tidak memberikan tekanan kepada orang tua korban, khususnya yang anaknya masih menjalani perawatan di ICU, demi menjaga kondisi psikologis mereka.

Selain itu, Bupati meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Parimo memastikan ketersediaan stok darah bagi kedua pasien jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah turut berdukacita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga,” ungkap Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *