Karhutla di Labuan Donggulu Berhasil Dipadamkan, BPBD Tetap Lakukan Pemantauan

Foto: BPBD Parigi Moutong

Parigi Moutong, Zenta InovasiKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Labuan Donggulu Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong yang terjadi pada Rabu malam, akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, Kamis 26 Februari 2026.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada Rabu 25 Februari 2026 malam dan langsung ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, proses pemantauan di lapangan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan bahwa kebakaran itu telah menghanguskan lahan perkebunan warga dengan luas sekitar 2,5 hektare. Tanaman yang terdampak terdiri dari kelapa dan cengkeh.

“Untuk penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penelusuran,” ungkap Rivai saat dihubungi melalui telepon, Kamis 26 Februari 2026.

Rivai mengatakan, bahwa keberhasilan penanganan pemadaman tersebut berkat kerja sama dan koordinasi dengan sejumlah lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pasca menerima laporan, tim langsung bergerak cepat melakukan pemadaman secara manual maupun menggunakan peralatan yang tersedia. Mengingat, sebagian area cukup sulit dijangkau kendaraan.

Dalam upaya pemadaman karhutla, lanjut Rivai, pihaknya melibatkan berbagai unsur. Terdiri dari aparat desa, masyarakat setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar, serta Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Kerja sama lintas sektor ini mempercepat proses pengendalian api. Alhasil, sekitar pukul 18.00 WITA, petugas gabungan melaporkan api sudah padam. Namun kami tetap melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada potensi kebakaran susulan,” tutur Rivai.

Rivai juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terutama, pada kondisi cuaca panas yang rawan memicu kebakaran.

“Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Dengan begitu, kita dapat meminimalkan risiko terjadinya karhutla di wilayah Parigi Moutong,” pungkas Rivai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *