Sulawesi Tengah, Zenta Inovasi – Sejarawan Jamrin Abubakar, hadir selaku pembicara pada kegiatan pelatihan menulis sejarah lokal, dalam program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan, yang diinisiasi Jefrianto di Rumah Peduli SKP-Ham Palu, Kamis 11 September 2025.
Jamrin Abubakar membahas tentang teknik menulis narasi sejarah populer. Dalam materi yang ia sampaikan, dia menegaskan, sejarah harus berangkat dari penelitian. Sehingga salah satu yang wajib adalah mencari informan yang relevan.
“Ini merupakan tantangan, karena jika salah menentukan informan maka datanya juga akan salah,” tandasnya.
Selain data wawancara, kata dia, sangat penting mengumpulkan sumber tertulis, berupa arsip, surat kabar dan audio visual.
“Warisan ilmu pengetahuan itu penting, sehingga sejarah harus dituliskan,” ucapnya.
Setelah paparan materi, dibuka sesi untuk membedah calon tulisan peserta yang sebelumnya dikirim sebagai syarat dalam mengikuti pelatihan ini.
Pada sesi ini, setiap peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan data awalnya dan kemudian dibedah bersama, sebagai masukan untuk tulisan yang lebih mendalam.
Diketahui, kegiatan ini merupakan program dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII 2025 (Sulbar- Sulteng) dan berlangsung selama dua hari (Rabu-Kamis).






Alamat Redaksi :