Bupati Parigi Moutong Launching KRIS di RSBN Moutong

Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong resmi meluncurkan penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Buluye Napoae (RSBN) Moutong. Selasa 9 September 2025.

Peluncuran KRIS ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, Erwin Burase – Abdul Sahid, yang salah satu fokus utamanya adalah peningkatan pelayanan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Bupati Erwin dalam sambutanya menjelaskan, dari 43 rumah sakit di Sulawesi Tengah, hanya 4 rumah sakit yang sudah siap menerapkan KRIS, salah satunya adalah RSBN Moutong.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita. RSUD Moutong sudah dipercaya masyarakat dan siap menerapkan layanan rawat inap standar,” jelasnya.

Bupati menegaskan, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya berhenti pada penerapan KRIS, tetapi juga mencakup program ambulans rujukan gratis, pelayanan kesehatan gratis hanya dengan KTP, serta pemulangan jenazah tanpa biaya.

“Kalau masih ada pungutan atau biaya tambahan, segera laporkan. Semua layanan sudah gratis sesuai janji kampanye kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika rumah sakit tidak memenuhi standar KRIS, maka kontrak dengan BPJS bisa terancam putus, sehingga masyarakat akan terbebani biaya mandiri.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya seluruh rumah sakit di Parigi Moutong, termasuk RSUD Raja Tinombo, RSBN Moutong, dan RSUD Anuntaloko Parigi, segera memenuhi indikator KRIS.

Dalam kesempatan itu, ia pun mengatakan, program 100 hari kerja bukan merupakan visi-misi, melainkan tradisi pemerintahan untuk menunjukkan hasil nyata sejak awal masa jabatan.
Erwin menegaskan program ini, telah dijalankan sesuai visi misi Kabupaten Parigi Moutong, Maju, Mandiri, Berkelanjutan.

Melalui Gerakan Membangn (Gerbang), yaitu ; Penerapan KRIS di RSUD. Layanan kesehatan gratis dengan KTP. Rujukan dan ambulans gratis. Pemulangan jenazah tanpa biaya. Bantuan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP sebanyak 15 ribu lebih. Pembagian 20.000 tabung gas LPG isi ulang gratis bagi masyarakat kurang mampu, sesuai data DTKS.

Bupati berharap program-program yang dijalankan dalam 100 hari kerja ini, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
“Kami ingin masyarakat Parigi Moutong tidak lagi harus berobat jauh ke provinsi lain. Semua kebutuhan kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi bisa dipenuhi di daerah kita sendiri. Insya Allah, ini akan terus kita tingkatkan sampai akhir masa jabatan,” tutup Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *