Polri Didesak Tangkap Penghina Guru Tua

Polri Didesak Tangkap Penghina Guru Tua
FOTO: Amirullah

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Sejak dilayangkan laporan atas penghinaan guru tua yang hingga kini dinilai belum mendapat kejelasan, membuat ratusan alumni pelajar hingga wanita islam al-khairaat Kecamatan Siniu menggelar aksi damai dengan unjuk rasa damai di Depan Polres Parigi Moutong, kamis siang kemarin.

Massa aksi mendesak Polri segera menangkap dan mengadili terduga Fuad Plered sesuai aturan hukum negara yang berlaku, selain itu, massa meminta progres laporan tidak berlarut-larut.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab massa aksi, Mubin Abidin mengaku, dari hasil pertemuan bersama dengan Kapolres Parigi Moutong, sejauh ini hasil laporan yang dilayangkan sebelumnya secara berjenjang telah tersampaikan ketingkat Polda hingga Mabes Polri.

Menurut Mubin Abidin, dengan hinaan terhadap guru tua telah membuat kegaduhan dan keresahan masyarakat, oleh sebab itu, jika terduga Fuad Plered belum juga ditangkap dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru.

 “Adapun hal-hal yang menjadi tuntutan kami adalah terkait dengan adannya laporan yang sudah disampaikan lebih dulu yaitu agar si Fuad Plered ini dapat di tangkap dan diadili sebagai mana hukum yang berlaku dinegara kita yang penting pada hari ini adalah masyarakat ingin mendengarkan langsung pernyataan atau penyampaian oleh kapolres terkait penjelasan progress dari laporan yang sudah disampaikan dan polres parigi moutong sudah melakukan tugas meneruskan laporan secara resmi ke polda dan seterusnya sampai ke tingkat polri dan intinya agar Fuad Plered ini dapat sesegera mungkin ditangkap karna ini yang membuat kegaduhan dan keresahan bangsa ini jika telah ditangkap warga Al-khairat  bisa tenang” kata Mubin Abidin selaku penanggung jawab Aksi, dalam wawancarannya belum lama ini.

Masalah tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak penegak hukum untuk bertindak dan mempercepat proses penangkapan terduga Fuad Plered tidak lebih dari pekan depan, agar situasi warga al-khairaat kembali tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *