Karhutla Parigi Moutong Capai 147 Hektare, 334 Personel Dikerahkan

Karhutla Parigi Moutong Capai 147 Hektare, 334 Personel Dikerahkan
FOTO: Rapat Evaluasi Lintas Sektor dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, di Posko Induk (Doc.Yana/FPRB)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong tercatat telah berdampak pada total luasan sekitar 147 hektare.

Untuk menangani kondisi tersebut, sebanyak 334 personel lintas instansi dikerahkan melalui Posko Terpadu Karhutla dan Kekeringan.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, ST, M.Si, mengatakan luasan terdampak tersebar di beberapa desa dan kecamatan, dengan titik terparah berada di Desa Avolua.

“Total luasan terdampak karhutla mencapai kurang lebih 147 hektare yang tersebar di beberapa lokasi,” ujar Rivai.

Rincian wilayah terdampak meliputi Dusun 4 Desa Toboli dan Dusun 1 Desa Avolua seluas 29 hektare, kemudian Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Avolua seluas 99 hektare.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di perbatasan Desa Avolua dan Desa Ulevolo seluas 19,66 hektare, serta di Desa Towera Dusun 1, Kecamatan Siniu seluas 2,2 hektare.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama pemerintah daerah membentuk posko terpadu yang melibatkan berbagai unsur. Total sebanyak 334 personel diterjunkan, terdiri dari Damkar 70 orang, Manggala Agni 10 orang, TRC BPBD Provinsi: 10 orang, TRC BPBD Kabupaten 17 orang, TNI 130 orang, Polri: 40 orang, Dinsos/Tagana: 12 orang, BPBPK 2 orang, PUPRP Kabupaten 2 orang, TPHP 2 orang, Dinas Kesehatan: 8 orang, PMI 6 orang, FPRB 10 orang dan MDMC 15 orang.

Rivai menegaskan, keterlibatan ratusan personel dari berbagai instansi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dan lintas sektor.

“Semua unsur bergerak bersama, mulai dari pemadaman, logistik, kesehatan, hingga dukungan sosial. Ini penting agar penanganan bisa cepat dan dampak terhadap masyarakat bisa ditekan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayah sekitar.

“Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, perlu kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan,” tutup Rivai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *