Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Proyek pembangunan gedung layanan Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong yang dikerjakan CV Arawan, yang harusnya selesai pada tanggal 14 Desember kemarin, hingga kini, belum rampung juga.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Gedung Layanan Perpustakaan, Moh Sakti A Lasimpala mengatakan, pada 14 Desember kemarin Proyek Stategis Nasional (PSN) yang berbanderol Rp8,7 miliar itu, hanya menyentuh angka 92 persen lebih.
Mempertimbangkan kondisi itu, Sakti mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Disporapar) bersama Tim Teknis Lapangan, CV Arawan diberikan kesempatan selama 50 hari, sejak 15 Desember 2025 hingga 2 Februari 2026 mendatang.
Menurut Sakti, penyebab penyelesaian pembangunan gedung layanan Perpustakaan, karena keterlambatan pemesanan material kaca.
Namun menurut Sakti, berdasarkan informasi terbaru dari lapangan, kaca telah berada di lokasi proyek. Saat ini, sedang dilakukan proses pembuatan rangka untuk pemasangan.
Meski begitu, progress pekerjaan masih sangat terlambat atau baru mencapai 95 persen. Menurutnya, hal itu terjadi juga karena kurangnya tenaga kerja profesional yang terbiasa mengerjakan pemasangan material kaca.
“Menurut saya, mereka lemahnya ditukang. Pekerjaan seharusnya sudah mengalami peningkatan progress. Kalau mau cepat, mereka percepat dengan pekerja profesional di bidang itu, agar tidak membutuhkan waktu yang lama,” jelas Sakti, ditemui Senin 12 Januari 2026.
Akibat keterlambatan itu CV Arawan harus menerima denda dengan nominal Rp8,7 juta per hari. Sakti berharap, CV Arawan dapat menyelesaikan proyek pembangunan gedung layanan Pepustakaan tersebut, sesuai perpanjangan waktu 50 hari yang diberikan.
“Untuk item pekerjaan lain yang tersisa, sudah selesai. Kecuali atap pelindung (kanopi) teras, memang belum rampung karena berkaitan dengan kaca. Tapi tidak lagi membutuhkan waktu lama, materialnya siap di lokasi,” ujarnya.
Dikonfirmasi terkait itu, pelaksana proyek pembangunan gedung layanan Perpustakaan Stenly mengatakan, keterlambatan disebabkan karena tidak adanya perubahan spesifikasi material kaca baru ditetapkan pada 3 Desember 2025.
Alasan itulah sehingga pihaknya baru memesan kaca sesuai spesifikasi awal di 3 Desember dan baru tiba pada 23 Desember 2025.
“Sekarang sudah sementara dikerja (pemasangan kaca),” jawabnya, dihubungi via telepon, Senin 12 Januari 2026.
Meski dia mengakui pemasangan kaca cukup sulit karena harus miring keluar dan materialnya berat, Stenly optimis proyek pembangunan gedung layanan Perpustakaan dapat diselesaikan hingga batas waktu perpanjangan kontrak yang diberikan.




Alamat Redaksi :