SIGI, Zenta Inovasi – Program Studi Antropologi Universitas Tadulako dan Pemerintah Desa Salua Kecamatan Kulawi, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Desiminasi Hasil Penelitian dan Penguatan Komunitas dalam Mitigasi Bencana”. Sabtu 23 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bencana dan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampaknya.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Salua Yohanis Romang. Dalam sambutanya dia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan akademisi dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan warga desa, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
FGD ini bertujuan untuk menggali informasi, menggambarkan kondisi lokal, dan mengenali potensi bencana yang ada di Desa Salua.
Selain itu, diskusi ini juga diharapkan dapat menghasilkan solusi bersama yang relevan dengan konteks desa.
Dalam proses FGD, peserta diajak untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai bencana serta bagaimana cara menjaga keselamatan diri dan komunitas.
Sekretaris Desa, Vina, menjadi fasilitator dalam kegiatan ini, juga Arsyal, alumni Antropologi, mereka berpengalaman dalam administrasi desa dan mitigasi juga dalam studi masyarakat.
Kedua fasilitator ini memandu diskusi dengan menggunakan pendekatan partisipatif untuk memastikan semua suara anggota masyarakat didengar.
Fasilitator juga menjelaskan konsep dasar mitigasi bencana dan pentingnya pemetaan risiko sebagai langkah awal dalam merencanakan tindakan pencegahan.
Selama diskusi berlangsung, peserta menyampaikan berbagai masukan dan rekomendasi. Beberapa topik yang dibahas mencakup pengenalan sistem peringatan dini, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk evakuasi.
Warga desa juga mengusulkan pembentukan saluran komunikasi yang mumpuni saat saluran listrik dan sinyal telepon terputus dan titik lokasi aman untuk evakuasi awal saat terjadi bencana untuk memperkuat ketahanan komunitas terhadap keadaan darurat.
Diakhir kegiatan, Kepala Desa Salua menekankan komitmennya untuk meneruskan hasil diskusi ini kepada pihak-pihak terkait, guna merumuskan program kerja yang lebih konkret dalam menghadapi risiko bencana.
Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kapasitas desa dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.




Alamat Redaksi :