Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Upaya pemenuhan stok darah di Kabupaten Parigi Moutong terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Salah satunya lewat aksi donor darah yang ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Selasa 7 April 2026.
Aksi kemanusiaan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong dan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Anuntaloko tersebut, diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Lapas dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang mengusung tema ‘Permasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima’.
Ketua PMI Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga mengatakan, aksi donor darah ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai program berkelanjutan.
Sebagaimana hal itu dibuktikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PMI dan Lapas. Dalam perjanjian tersebut, disebutkan bahwa aksi donor darah akan diperluas dengan melibatkan keluarga pegawai Lapas.
“Sebelumnya saya ingin menyampaikan apresiasi atas dukungan pihak Lapas dalam upaya pemenuhan stok darah di daerah,” ujar Hestiwati.
Hestiwati menjelaskan, PMI memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat. Dimana, setiap tahunnya diperkirakan mencapai 9.000 kantong darah.
“Target ini terus kami upayakan agar dapat terpenuhi, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak terganggu,” ungkap Hestiwati.
Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini akan terus diperluas dengan melibatkan berbagai instansi. Termasuk dukungan dari Pemerintah Daerah, guna memperkuat sistem pelayanan darah di Parigi Moutong.
Usai kegiatan donor, rombongan PMI juga meninjau sejumlah fasilitas kesehatan di lingkungan Lapas, khususnya ruang klinik. Dalam kesempatan itu, Hestiwati menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan.
“Kami harapkan agar pihak Lapas dapat menjalin koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah terkait pemenuhan tenaga medis, termasuk dokter serta sarana penunjang lainnya,” imbuh Hestiwati.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Parigi, Fentje Mamirahi, mengapresiasi sinergi yang terbangun bersama PMI dalam mendukung pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan darah.
Ia berharap kegiatan donor darah tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.
“Ini merupakan langkah awal yang baik. Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dan semakin melibatkan banyak pihak,” ungkap Fentje.
Fentje mengakui bahwa partisipasi pegawai Lapas dalam donor darah kali ini belum maksimal. Hal itu disebabkan sebagian pegawai masih dalam kondisi lelah usai mengikuti pelantikan serta aktivitas pekerjaan yang cukup padat sehari sebelumnya.
Namun demikian, ia optimistis pada pelaksanaan berikutnya tingkat partisipasi akan meningkat, terlebih dengan adanya dukungan keluarga pegawai sesuai kesepakatan kerja sama.
Kegiatan donor darah ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Lapas se-Sulteng sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kemanusiaan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Parigi turut mendukung PMI dalam mencapai target pemenuhan kebutuhan darah tahunan di Kabupaten Parmout.
“Aksi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, yakni mendonorkan darah demi membantu sesama yang membutuhkan,” pungkas Fentje.

Alamat Redaksi :