Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), berperan penting dalam upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana, melalui pendekatan kolaborasi Pentahelix.
Forum ini mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam membangun sistem pengurangan risiko bencana yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Ketua FPRB Sulawesi Tengah, Shadiq, saat memaparkan berbagai strategi, peran, serta kontribusi nyata forum dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah, dalam rapat zoom bersama Plt Deputi Pencegahan di BNPB Drs Pangarso Suryatomo. Senin 2 Maret 2026.
Menurut Shadiq, pembentukan FPRB menjadi sangat penting karena persoalan bencana memerlukan kolaborasi lintas sektor, agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
“Forum PRB hadir untuk memperkuat sinergi berbagai pihak sehingga upaya pengurangan risiko bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam paparannya, Shadiq menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas anggota forum melalui pelatihan dasar manajemen bencana serta pertemuan rutin yang membahas berbagai isu tematik kebencanaan.
FPRB juga mendorong penyusunan road map atau peta jalan forum yang terintegrasi dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, RKPD, Renstra OPD, hingga program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta.
Selain itu, lanjutnya, FPRB secara aktif memfasilitasi pertemuan multipihak untuk memetakan berbagai aktor dan lembaga yang bekerja pada isu kebencanaan. Dengan pemetaan tersebut, koordinasi dan kolaborasi antar lembaga diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
“Penguatan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, NGO, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana,” jelas Shadiq.
Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, FPRB Sulawesi Tengah telah memberikan berbagai kontribusi nyata dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana.
Forum ini memfasilitasi pembentukan dan penguatan kapasitas FPRB di sejumlah daerah seperti Kabupaten Sigi, Donggala, Banggai, Parigi Moutong, dan Kota Palu. Sementara proses inisiasi pembentukan forum juga sedang dilakukan di Kabupaten Poso dan Morowali Utara.
Melalui berbagai langkah tersebut, FPRB Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Alamat Redaksi :